Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemanfaatan Limbah Air Cucian Piring sebagai Bahan Pupuk Organik Cair di Kelurahan Sorek Satu, Kabupaten Pelalawan

Authors

  • Amalia Azahra Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • Cylsia Salsa Maulida Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • Habib Burrahman Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • M. Fauzan Azima Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • Nabila Rahmadani Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • Natasya Dewi Saputri Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • Nuri Hidayah Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • Revalina Wulan Maharani Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • Rendi Rosandi Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • Satrio Devan Karebet Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • Zahra Alfaridzi Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • Zayyanah Salwaputri Dzakirah Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/dedikasi.v5i1.220

Keywords:

Air Cucian Piring, Limbah Rumah Tangga, Pupuk Organik Cair, Fermentasi, Pengabdian Masyarakat

Abstract

Limbah rumah tangga merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang masih banyak ditemukan di masyarakat, salah satunya berupa air bekas cucian piring. Limbah tersebut umumnya langsung dibuang ke saluran pembuangan tanpa melalui proses pengolahan sehingga berpotensi memberikan dampak terhadap kualitas lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah rumah tangga melalui pengolahan air bekas cucian piring sebagai bagian dari bahan pembuatan pupuk organik cair melalui proses fermentasi. Kegiatan dilaksanakan dengan metode sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, dan evaluasi pemahaman peserta. Proses pengolahan dilakukan dengan memanfaatkan bahan pendukung berupa bahan organik, gula merah sebagai sumber karbon, dan EM4 sebagai bioaktivator untuk membantu proses fermentasi. Kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai dampak pembuangan limbah rumah tangga serta memiliki keterampilan dasar dalam melakukan pemanfaatan limbah melalui proses fermentasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan limbah rumah tangga yang sederhana, murah, dan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Pemanfaatan limbah juga diharapkan dapat mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

References

Andesta, Z. A., Sylvia, N., Muarif, A., & Nurlaila, R. (2023). Pembuatan pupuk organik cair dari limbah kulit pisang kepok dan limbah air cucian beras dengan menggunakan bioaktivator EM4. Chemical Engineering Journal Storage, 3(4), 581–595.

Fahri, A., Meriatna, & Suryati. (2018). Pengaruh waktu fermentasi dan volume bio aktivator EM 4 (effective microorganisme) pada pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah buah-buahan. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 7(1), 13–29.

Putri, R., Muarif, A., Kamar, I., Sylvia, N., & Yosi, A. (2024). Pembuatan pupuk organik cair dari limbah sayuran dan limbah cair tahu dengan bioaktivator EM4. Chemical Engineering Journal Storage, 4(4), 500–512.

Rohmadi, M., Septiana, N., & Astuti, P. A. P. (2022). Pembuatan pupuk organik cair dan kompos dari limbah organik rumah tangga. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(4), 880–886.

Wahyu, B., Ika, R., & Hariyanto Ratnawati, R. (2019). Pembuatan pupuk organik cair dari limbah buah dengan penambahan bioaktivator EM4. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 11(1), 44–56.

Downloads

Published

2026-09-09

How to Cite

Azahra, A., Maulida, C. S., Burrahman, H., Azima, M. F., Rahmadani, N., Saputri, N. D., … Dzakirah, Z. S. (2026). Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemanfaatan Limbah Air Cucian Piring sebagai Bahan Pupuk Organik Cair di Kelurahan Sorek Satu, Kabupaten Pelalawan. Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan Dan Teknologi Masyarakat, 5(1), 119–122. https://doi.org/10.31004/dedikasi.v5i1.220