Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Minuman Herbal untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat di Desa Sungai Rambai, Kampar Kiri, Kabupaten Kampar
DOI:
https://doi.org/10.31004/dedikasi.v5i1.233Keywords:
Tanaman Obat Keluarga (TOGA), Minuman Herbal, Pemberdayaan Masyarakat, Kesehatan Preventif, Desa Sungai RambaiAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bahan baku minuman herbal guna meningkatkan derajat dan kemandirian kesehatan masyarakat di Desa Sungai Rambai, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Optimalisasi TOGA menjadi urgensi dan intervensi strategis di desa ini mengingat ketiadaan fasilitas kesehatan formal terdekat. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode Edukasi dan Demonstrasi Partisipatif yang terintegrasi melalui tahap persiapan, penyuluhan kognitif, demonstrasi praktik (psikomotorik), serta evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan partisipasi yang sangat dinamis dan antusiasme tinggi dari warga, khususnya kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dalam mempraktikkan cara mencuci, menakar, dan merebus tanaman rimpang seperti jahe, kunyit, dan sereh. Penerimaan masyarakat sangat memuaskan terhadap cita rasa minuman herbal yang dihasilkan, yang secara efektif mematahkan stigma bahwa obat tradisional selalu identik dengan rasa kurang sedap. Program ini berhasil menginisiasi sistem pertahanan kesehatan preventif mandiri di tingkat rumah tangga, yang keberlanjutannya didukung dengan penyerahan kebun TOGA percontohan kepada kader PKK serta pembagian bibit kepada warga setempat.
References
Abada, Z. S., Mubarokah, R., Mursyid, F., Mauludin, I., & Muhyiddin, M. H. (2024). Pelatihan ecoprint untuk meningkatkan kreativitas ibu-ibu Dusun Sawah Desa Krambilsawit. PRAXIS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 27–35. https://doi.org/10.47776/praxis.v3i2.1379
Afrianti, L. H., & Rohaeti, E. (2021). Optimalisasi pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai upaya meningkatkan kemandirian kesehatan masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM), 7(2), 115–122.
Erviana, E., Masniati, M., Masita, M., Taufik, M., & Harli, K. (2023). Gambaran pengetahuan keluarga tentang pemanfaatan tanaman obat keluarga. Jurnal Promotif Preventif, 6(5), 777–785.
Handayani, S., & Wijayanti, R. (2022). Pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan apotek hidup untuk menjaga kesehatan keluarga secara mandiri. Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat, 4(1), 45–53.
Idris, H. (2019). Back to nature: Memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA). Universitas Sriwijaya.
Juwanda, S. D., & Veonansa, Y. F. (2024). Sosialisasi dan menanam tanaman obat keluarga (TOGA) di Desa Tanjung Harapan. Jurnal ABDIMAS, 4(1), 14–19.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 tentang upaya pengembangan kesehatan tradisional melalui asuhan mandiri pemanfaatan taman obat keluarga dan keterampilan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Patilaiya, H. L., & Rahman, H. (2018). Pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Renaldi Pradika, Veronika Vebrina Laowo, Nabila Azrilia Syahra, Firli Adila Sari, Muti'ah Safiqah, Icha Ayunda Putri, M, Khoirul Ikbal, Diah Ayu Pratiwi, Arifin Rahmat, Putri Patrisia, Erwin Satrio, Evi Marlina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







