Pendampingan Pembuatan Sabun Cuci Piring untuk Budaya Bersih dengan Ibu PKK di Desa Koto Mesjid

Authors

  • Hanina Nafilah Lukman Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • Deramalia Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • M. Yunus Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • Zahra Desvita Rahma Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • Joya Anggelia Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • Luthfiatin Nisa Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • Natasya Fitria Fadhana Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • Aditya Ananta Farrel Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • Yola Azila Nafrianti Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • Tegar Wahyudi Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia
  • Fahmi Zulkarnain Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/dedikasi.v5i1.237

Keywords:

Sabun Cuci Piring, Bahan Alami, Ibu PKK, Budaya Bersih, Pemberdayaan Masyarakat

Abstract

Sabun cuci piring yang beredar di pasaran umumnya berbahan dasar kimia sintetis yang, bila dipakai terus-menerus, tidak jarang menimbulkan keluhan kulit kering dan pecah-pecah pada tangan ibu rumah tangga, selain berpotensi mencemari saluran air jika limbahnya dibuang begitu saja. Padahal, di banyak pekarangan warga Desa Koto Mesjid tumbuh daun pandan dan jeruk nipis yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai bumbu dapur atau pewangi, belum dilirik sebagai bahan baku sabun. Berangkat dari kondisi tersebut, tim pelaksana mengadakan pendampingan pembuatan sabun cuci piring alami bagi Ibu-ibu PKK Desa Koto Mesjid pada hari Senin, 10 Agustus 2026, dengan tujuan menumbuhkan keterampilan rumahan yang murah, aman, dan bisa dipraktikkan ulang secara mandiri. Kegiatan dilakukan lewat penyuluhan singkat dilanjutkan praktik langsung meracik sabun dari air, texapon, air daun pandan hasil blenderan yang disaring, perasan jeruk nipis, dan garam sebagai pengental. Selama praktik, peserta dibimbing tahap demi tahap, termasuk mengukur pH sabun dengan kertas lakmus sebelum produk didiamkan 12-24 jam. Ibu-ibu PKK terlihat antusias dan cukup cepat menangkap logika di balik setiap tahapan, mulai dari fungsi texapon sebagai bahan aktif pembersih hingga alasan garam ditambahkan sedikit demi sedikit. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai pelatihan satu kali, melainkan menjadi pijakan awal bagi ibu-ibu PKK untuk memproduksi sabun secara berkelanjutan, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sebagai rintisan usaha kecil di lingkungan desa.

References

Afrida, A., Asyar, R., Fuldiaratman, F., Miharti, I., Minarni, M., & Adawiyah, R. (2024). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring, hand soap dan deterjen berbasis bahan alami di Desa Jati Mulyo. Jurnal JUPEMA, 3(2), 39–46.

Amalia, R., Paramita, V., Kusumayanti, H., Wahyuningsih, W., Sembiring, M., & Rani, D. E. (2018). Produksi sabun cuci piring sebagai upaya peningkatkan efektivitas dan peluang wirausaha. Metana, 14(1), 15–19. https://doi.org/10.14710/metana.v14i1.18657

Gusviputri, A., Meliana, N., Aylianawati, & Indraswati, N. (2013). Pembuatan sabun dengan lidah buaya (Aloe vera) sebagai antiseptik alami. Widya Teknik, 12(1), 11–21.

Heltonika, B., Situmorang, N. J. B., Wulandari, S., Lisa, S., Rolijjah, S., Rahmandani, R., Nasution, B., Khairani, C. N., & Ningrum, N. S. (2023). Pembuatan sabun cuci piring dengan memanfaatkan jeruk nipis (Citrus aurantifolia S.) kepada ibu-ibu PKK di Kampung Rantau Bertuah. KALANDRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(6), 225–231. https://doi.org/10.55266/jurnalkalandra.v2i6.325

Nisa, N. I. F., Sudarni, D. H. A., & Saifulloh, S. (2021). Pelatihan pembuatan sabun cuci piring sebagai upaya pemberdayaan ibu-ibu PKK di Desa Kutuwetan Kabupaten Ponorogo. JAST: Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi, 5(1), 53–59. https://doi.org/10.33366/jast.v5i1.2378

Nurrokhim, I., & Toyibatussalamah. (2026). Pelatihan pembuatan sabun cuci piring dari bahan alami sebagai upaya pemberdayaan ekonomi dan lingkungan masyarakat Desa Tiru Lor Kabupaten Kediri. Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Terbuka, 5, 512–521.

Putri Ayu Orgari. (2025). Pemanfaatan daun pandan dan jeruk nipis menjadi sabun cuci ramah lingkungan: Upaya pemberdayaan ibu-ibu PKK di Desa Karya Jaya Kecamatan Sinar Peninjauan. Jurnal Pengabdi Kepada Masyarakat, 4(9), 1817–1822.

Rery, R. U., Gustina, O. A., Gultom, C. E., Thahri, R. A., Putri, T. S., Silitonga, A. S., Ayuningtyas, S., Mandalica, P. F., Miktial, R. P., & Rasyid, Y. Al. (2022). Sosialisasi proses pembuatan sabun cuci piring sebagai peluang usaha bagi ibu PKK Kelurahan Padang Terubuk, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 2(5), 1489–1494.

Susanti, E., & Susilowati, E. (2016). Pemberdayaan ibu-ibu PKK melalui pelatihan dan pendampingan produksi sabun dan deterjen. SEMAR: Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat, 4(2), 87–95.

Widyasanti, A., Rahayu, A. Y., & Zein, S. (2017). Pembuatan sabun cair berbasis virgin coconut oil (VCO) dengan penambahan minyak melati (Jasminum sambac) sebagai essential oil. Jurnal Teknotan, 11(2), 1–9. https://doi.org/10.24198/jt.vol11n2.1

Downloads

Published

2026-09-21

How to Cite

Lukman, H. N., Deramalia, D., Yunus, M., Rahma, Z. D., Anggelia, J., Nisa, L., … Zulkarnain, F. (2026). Pendampingan Pembuatan Sabun Cuci Piring untuk Budaya Bersih dengan Ibu PKK di Desa Koto Mesjid. Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan Dan Teknologi Masyarakat, 5(1), 243–247. https://doi.org/10.31004/dedikasi.v5i1.237