Penerapan POC Daun Kelor Teknologi Nano sebagai Nutrisi Alternatif Hidroponik di Kelompok Tani Tunas Harapan Nagari Kampung Dalam Kabupaten Sijunjung

Authors

  • Vauzia Universitas Negeri Padang, Indonesia
  • Resti Fevria Universitas Negeri Padang, Indonesia
  • Yulkifli Universitas Negeri Padang, Indonesia
  • Andi Alatas Universitas Negeri Padang, Indonesia
  • Mentari Larasinda Universitas Negeri Padang, Indonesia
  • Roni Jarlis Universitas Negeri Padang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/dedikasi.v5i1.242

Keywords:

Pupuk Organik Cair, Moringa Oleifera, Teknologi Nano, Hidroponik, Pakcoy

Abstract

Kelompok Tani Tunas Harapan di Nagari Kampung Dalam, Kabupaten Sijunjung, telah merintis budi daya sayuran hidroponik dengan sistem Nutrient Film Technique (NFT) dan wick, tetapi seluruh kebutuhan hara tanaman masih dipenuhi dari AB mix komersial seharga Rp20.000 sampai Rp50.000 per 500 mL yang harus didatangkan dari luar daerah, sementara tanaman kelor (Moringa oleifera Lamk) tumbuh melimpah di pekarangan warga tanpa dimanfaatkan secara optimal. Program pengabdian skema UNP Berdampak ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam memproduksi serta mengaplikasikan pupuk organik cair (POC) daun kelor berteknologi nano sebagai nutrisi alternatif hidroponik. Kegiatan dilaksanakan pada 28 Agustus 2026 melalui ceramah dan diskusi, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan tersusunnya prosedur baku pembuatan POC daun kelor dalam sepuluh tahapan kerja, meliputi fermentasi anaerob 14 hari dan penghalusan partikel memakai homogenizer berkecepatan minimal 4.000 rpm, serta tersedianya panduan dosis dan jadwal aplikasi POC pada pakcoy (Brassica rapa L. subsp. chinensis) hidroponik berbasis fase pertumbuhan, dengan substitusi 25 sampai 50 persen AB mix pada fase vegetatif. Pelatihan diikuti secara aktif oleh anggota kelompok, demplot hidroponik pakcoy telah dibangun sebagai sarana belajar berkelanjutan, dan publikasi media massa telah terbit, sementara pengolahan data N-Gain, artikel jurnal, dan video dokumentasi masih berproses. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal mampu menurunkan ketergantungan mitra pada nutrisi komersial sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis kearifan setempat.

References

Afrilisia, L., Fevria, R., Vauzia, & Razak, A. (2025). Influence of Sargassum POC and nano bubble technology on hydroponic pakcoy (Brassica rapa L.) quality. Jurnal Biologi Tropis, 25(1), 257–262.

Andrian, D., Tantawi, A. R., & Rahman, A. (2019). The use of liquid organic fertilizer as growth media and production of kangkung (Ipomoea reptans Poir) hydroponics. Budapest International Research in Exact Sciences Journal, 1(1), 23–34.

Annisa, M., Yulkifli, & Nofriandi, A. (2023). Rancang bangun sistem kontrol dan monitoring suhu udara pada smart farming stroberi berbasis IoT. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 25526–25535.

Fadilla Sonia Putri, Fevria, R., Des, M., & Irma Leilani Eka Putri. (2023). The effect of nano technology liquid organic fertilizer on the growth of red spinach (Amaranthus tricolor L.) cultivated hydroponic. Jurnal Biologi Tropis, 23(2), 491–497.

Fevria, R., Razak, A., Heldi, Syah, N., & Kamal, E. (2023). Application of nanotechnology liquid organic fertilizer in sustainable hydroponic cultivation for urban food security. Science and Technology Asia, 28(4), 295–304.

Fuglie, L. J. (2001). The miracle tree: Moringa oleifera—Natural nutrition for the tropics. Church World Service.

Ibrahim, I., Rubiah, R., Akmal, N., & Nuriizzatun. (2021). Pengaruh penggunaan EM4 dan sayur segar sebagai bahan kompos cair terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman bayam (Amaranthus sp.). Biology Education, 9(2), 151–166.

Kartika, D. R. (2013). Pengaruh pupuk organik cair daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) terhadap pertumbuhan tanaman pakchoy (Brassica rapa L.) yang ditanam secara hidroponik [Skripsi]. Universitas Sriwijaya.

Krisnadi, A. D. (2015). Kelor super nutrisi. Pusat Informasi dan Pengembangan Tanaman Kelor Indonesia.

Lakitan, B. (2012). Dasar-dasar fisiologi tumbuhan. Rajawali Pers.

Mare, M. R., dkk. (2023). Efektivitas pupuk organik cair daun kelor (Moringa oleifera) terhadap pertumbuhan tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.). EduBiologia: Biological Science and Education Journal, 3(1).

Rajiman. (2019). Pengaruh ekstrak daun kelor terhadap produktivitas dan kualitas bawang merah. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 26(1), 64–72.

Suhastyo, A. A., & Raditya, F. T. (2019). Respon pertumbuhan dan hasil sawi pagoda (Brassica narinosa) terhadap pemberian pupuk organik cair. Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan.

Vauzia, dkk. (2024). Application of nanotechnology POC control with IoT-based smartphone at Andalas hydroponic farm. Jurnal Pelita Eksakta, 8(1), 45–47.

Widiati, S., & Hasan RS, Z. M. (2024). Strategi pengembangan urban farming melalui usaha tani hidroponik berbasis kemandirian ekonomi lokal. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(1), 63–77.

Downloads

Published

2026-09-17

How to Cite

Vauzia, V., Fevria, R., Yulkifli, Y., Alatas, A., Larasinda, M., & Jarlis, R. (2026). Penerapan POC Daun Kelor Teknologi Nano sebagai Nutrisi Alternatif Hidroponik di Kelompok Tani Tunas Harapan Nagari Kampung Dalam Kabupaten Sijunjung. Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan Dan Teknologi Masyarakat, 5(1), 226–232. https://doi.org/10.31004/dedikasi.v5i1.242